-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SKM Bukan Susu Harian, Ahli IPB Ingatkan Risiko Konsumsi Berlebih

Kamis, 26 Maret 2026 | Maret 26, 2026 WIB Last Updated 2026-03-25T23:08:33Z
PADANG – CANANGNEWS.ID
Banyak keluarga di Indonesia masih menjadikan susu kental manis (SKM) sebagai minuman harian, terutama saat sarapan. Padahal, produk ini sejatinya bukan dirancang sebagai pengganti susu karena kandungan gulanya yang jauh lebih tinggi dibandingkan susu segar maupun susu ultra high temperature (UHT).
Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, menjelaskan bahwa SKM merupakan produk olahan susu yang telah dikurangi kadar airnya dan ditambahkan gula dalam jumlah besar, yakni sekitar 40 hingga 50 persen. Kondisi ini membuat kandungan gizi utamanya, seperti protein dan lemak, menjadi tidak mencukupi untuk kebutuhan harian jika dikonsumsi sebagai susu utama.
“Karena komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, kandungan protein dan lemaknya juga tidak sesuai jika dikonsumsi sebagai susu harian. Jika dijadikan minuman utama, ada risiko kesehatan,” ujarnya dalam program IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV.
Menurutnya, dibandingkan susu segar dan susu UHT, kandungan gizi SKM relatif lebih rendah. Meski masih mengandung protein dan lemak, jumlahnya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, sehingga anggapan bahwa SKM setara dengan susu minum adalah keliru.
Dr. Karina mengungkapkan, hampir setengah komposisi SKM adalah gula. Dalam satu takaran saji sekitar 30 gram atau setara tiga sendok makan, terkandung sekitar 15 gram gula. Sementara itu, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan dalam pedoman gizi seimbang adalah 50 gram.
“Artinya, jika seseorang mengonsumsi sekitar sembilan sendok makan SKM dalam sehari, jumlah tersebut sudah mencapai batas konsumsi gula harian,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan takaran saji yang tertera pada kemasan. Penggunaan sendok takar dinilai dapat membantu masyarakat mengontrol asupan gula.
“Jangan langsung menuangkan dari kaleng. Dengan menakar, kita bisa mengetahui batas penggunaannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Karina menegaskan bahwa fungsi utama SKM adalah sebagai pemanis atau pelengkap rasa pada makanan dan minuman, bukan sebagai pengganti susu konsumsi sehari-hari, terutama bagi anak-anak.
Pada momen tertentu seperti bulan puasa, minuman manis memang sering dikonsumsi saat berbuka. Namun, penggunaan SKM tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.
“Kalau sudah menggunakan SKM yang tinggi gula, sebaiknya tidak menambahkan gula pasir atau sirup lagi agar asupan gula tetap seimbang,” pungkasnya.
#sumber IPB 
×
Berita Terbaru Update