-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Prediksi Awal Puasa Ramadhan 2026: Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari, Pemerintah dan NU Perkirakan 19 Februari

Jumat, 13 Februari 2026 | Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T09:35:34Z

 



PADANG,CANANGNEWS.ID
Pertanyaan mengenai tanggal pasti dimulainya puasa Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Sejumlah lembaga Islam telah merilis prediksi awal, meskipun keputusan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang akan diumumkan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Penetapan awal Ramadhan di Indonesia setiap tahun dapat berbeda karena adanya dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan sabit). Perbedaan metode ini membuat tanggal awal puasa bisa bervariasi antar organisasi Islam.

Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari 2026
Organisasi Islam Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Dalam maklumat tersebut, ditetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan secara matematis tanpa menunggu pengamatan langsung. Muhammadiyah juga menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai acuan konsistensi penanggalan Islam.

Pemerintah dan NU Perkirakan 19 Februari 2026
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama belum menetapkan tanggal resmi awal Ramadhan. Namun, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026, awal puasa diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Prediksi ini juga sejalan dengan pendekatan yang digunakan oleh pemerintah dan Nahdlatul Ulama, yang menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal. NU sendiri belum menetapkan secara resmi karena masih menunggu hasil pemantauan hilal menjelang akhir bulan Sya’ban.

Pemerintah menggunakan kriteria yang disepakati bersama negara anggota MABIMS, yakni forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang mengombinasikan perhitungan astronomi dan hasil observasi hilal.
Sidang Isbat Digelar 17 Februari 2026
Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H. Dalam sidang tersebut, pemerintah akan mempertimbangkan data astronomi, hasil rukyat dari berbagai lokasi, serta masukan para ahli falak dan perwakilan organisasi Islam.

Keputusan resmi pemerintah akan menjadi acuan nasional bagi mayoritas umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa.
Perbedaan Penetapan Merupakan Hal yang Wajar
Perbedaan tanggal awal Ramadhan bukan hal baru di Indonesia. 
Hal ini terjadi karena perbedaan pendekatan dalam menentukan awal bulan Hijriah. Muhammadiyah mengandalkan hisab murni, sementara pemerintah dan NU mengombinasikan hisab dengan rukyatul hilal.

Meski demikian, perbedaan tersebut merupakan bagian dari dinamika umat Islam dan umumnya disikapi dengan saling menghormati.
Masyarakat Diminta Menunggu Pengumuman Resmi
Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah melalui Sidang Isbat sebagai pedoman utama. Sambil menunggu, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk memantau jadwal imsakiyah sesuai wilayah masing-masing guna memastikan kelancaran ibadah puasa.
Ramadhan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak ibadah, serta mempererat hubungan sosial dengan sesama.

#Sumber UNESA
×
Berita Terbaru Update