Notification

×

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Cegah Tragedi NTT Terulang, Wakapolri Instruksikan Jajaran Kawal Ketat Program Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 07 Februari 2026 | Februari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-02-07T10:33:50Z
Cegah Tragedi NTT Terulang, Wakapolri Instruksikan Jajaran Kawal Ketat Program Pengentasan Kemiskinan


JAKARTA, CANANGNEWS.ID

Polri menyatakan duka cita mendalam atas peristiwa menyedihkan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tragedi seorang anak yang nekat mengakhiri hidup akibat himpitan ekonomi dan keterbatasan alat tulis sekolah menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk mempercepat kehadiran negara di tengah masyarakat.


Negara Harus Hadir Lebih Cepat

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi titik balik bagi instansi pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Menurutnya, skema APBN 2026 yang dirancang Presiden RI sudah sangat komprehensif dalam menargetkan 0% kemiskinan ekstrem melalui perlindungan sosial, pendidikan, dan kesehatan.


"Peristiwa ini adalah peringatan agar negara hadir lebih cepat dan nyata. Tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan, tapi memastikan kebijakan Presiden benar-benar menyentuh keluarga yang paling membutuhkan," tegas Komjen Dedi.


Optimalkan Jaringan Polri Hingga ke Desa

Sejalan dengan visi strategis pemerintah, Polri akan mengoptimalkan jaringan kelembagaannya hingga ke tingkat desa. Berdasarkan masukan dari Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, Polri memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan informasi dan pendampingan program pemerintah di lapangan.


Wakapolri menginstruksikan para Kapolres dan jajaran di daerah untuk:


Turun Langsung: Melihat kondisi objektif masyarakat di lapangan.


Verifikasi Data: Membantu validasi data keluarga miskin ekstrem agar bantuan tidak salah sasaran.


Pendampingan: Memandu masyarakat agar memahami cara mengakses berbagai program bantuan sosial.


Daftar Program Strategis yang Dikawal Polri

Untuk memastikan kesejahteraan rakyat, Polri berkomitmen mengawal transparansi dan distribusi berbagai program prioritas, di antaranya:


Bantuan Sosial & Pangan: PKH (10 juta keluarga), Bantuan Sembako, dan bantuan makanan untuk lansia/disabilitas.


Pendidikan & Masa Depan: Beasiswa PIP, KIP Kuliah, Sekolah Rakyat Berasrama, hingga uang saku magang bagi fresh graduate.


Kesehatan: JKN (96,8 juta jiwa), Cek Kesehatan Gratis (130,3 juta masyarakat), dan Makan Bergizi Gratis (82,9 juta penerima).


Pemberdayaan & Subsidi: Subsidi energi (Listrik, LPG, BBM), subsidi pupuk, KUR, serta sertifikasi halal gratis bagi UMKM.


Sinergi untuk Masa Depan Tanpa Kemiskinan

Wakapolri menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada akurasi data dan sinergi lintas instansi, mulai dari Pemda, BPS, hingga Kementerian terkait.


"Tragedi di NTT tidak boleh terulang. Polri akan berada di barisan terdepan untuk memastikan setiap rupiah APBN dirasakan manfaatnya oleh rakyat yang berhak. Dengan gotong royong, kita optimis kemiskinan ekstrem bisa diatasi," pungkasnya.

#divisihumaspolri

×
Berita Terbaru Update