JAKARTA, CANANGNEWS.ID
Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026—mulai dari Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri—Pemerintah Indonesia resmi mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Langkah strategis ini diambil untuk menjamin pasokan pangan tetap stabil dan mencegah praktik nakal seperti penimbunan barang atau permainan harga di pasar.
Pengawasan Ketat di 514 Titik se-Indonesia
Persiapan pengawasan ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol. Drs. Syahardiantono, M.Si., selaku Ketua Pengarah Satgas Saber, di Mabes Polri pada Rabu (4/2).
Satgas ini akan bergerak secara serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Fokus utamanya adalah memantau seluruh rantai pasok, mulai dari tingkat produsen hingga ritel modern, untuk komoditas esensial seperti:
Bahan Pokok: Beras, jagung, dan kedelai.
Protein: Daging sapi/kerbau, ayam ras, dan telur.
Bumbu & Minyak: Bawang merah/putih, cabai, minyak goreng, serta gula konsumsi.
Pendekatan Humanis Namun Tegas
Komjen Pol. Syahardiantono menegaskan bahwa prioritas utama Satgas Saber adalah perlindungan konsumen. Meskipun mengedepankan tindakan preemtif dan preventif yang humanis, Polri tidak akan segan mengambil langkah hukum jika ditemukan pelanggaran distribusi yang serius.
“Negara hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang aman dan bermutu dengan harga yang wajar. Penegakan hukum adalah jalan terakhir, namun kami akan tetap bertindak tegas terhadap pelanggaran yang merugikan rakyat,” ujar Kabareskrim.
Evaluasi Sukses dan Kanal Pengaduan
Pembentukan Satgas Saber 2026 ini berkaca pada keberhasilan Satgas Pengendalian Harga Beras tahun 2025 yang efektif menekan lonjakan harga. Tahun ini, pemerintah juga memperkuat akses bagi warga dengan menyediakan kanal pengaduan masyarakat. Masyarakat diajak berperan aktif melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran harga atau keamanan pangan di lingkungan mereka.
Melalui pengawalan ketat ini, stabilitas harga dan ketersediaan stok diharapkan tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar dengan tenang tanpa terbebani mahalnya kebutuhan pokok.
#divisihumaspolri
