![]() |
| Gunting pita peresmian pengunaan jembatan Lembo -Tamba olrh Bupati Morut Delis Julkarson Hehi |
Jembatan strategis yang berada di tengah Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara (Morut), resmi digunakan setelah diresmikan oleh Bupati Morut Delis Julkarson Hehi, Kamis sore (2/4/2026).
Peresmian jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat itu ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur.
Jembatan yang diberi nama Lembo-Tamba tersebut dibangun dalam dua tahap, yakni pada tahun 2024 hingga 2025, menggunakan dana APBD sebesar Rp12 miliar. Jembatan ini memiliki panjang 61 meter dengan lebar 5 meter.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat strategis karena menghubungkan Dusun I dan Dusun II di Desa Lembobelala. Selain itu, jembatan ini juga menjadi urat nadi perekonomian warga, khususnya di sektor pertanian.
“Kita patut bersyukur karena jembatan ini dirancang sejak tahun 2024, saat kondisi ekonomi belum seberat sekarang. Ini juga merupakan jembatan dengan biaya terbesar yang dibiayai APBD Morut,” ujar Delis dalam sambutannya.
Ia berharap, dengan adanya jembatan ini, aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar, terutama dalam mendukung distribusi hasil pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Delis juga menyoroti kondisi perekonomian yang saat ini tengah mengalami tekanan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia mengungkapkan bahwa dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp118 miliar dari pemerintah pusat belum juga ditransfer. Selain itu, anggaran pusat untuk Morut yang semula Rp1,7 triliun mengalami pemangkasan hingga Rp600 miliar.
“Dengan kondisi ini, APBD harus difokuskan untuk kebutuhan prioritas masyarakat seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, beasiswa, PPPK, serta TPP pegawai,” jelasnya.
Melihat situasi tersebut, ia mendorong masyarakat untuk lebih fokus mengembangkan sektor pertanian yang dinilai lebih tahan terhadap gejolak ekonomi.
“Manfaatkan lahan yang ada. Tanam durian, cokelat, padi, jagung, dan komoditas lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Morut yang juga anggota DPD RI, Febriyanthi Hongkiriwang, mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
“Dengan persatuan dan saling membantu, setiap kesulitan dapat kita atasi bersama,” ujarnya singkat.
Kepala Desa Lembobelala, Johnson Tagoe, mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut, selama proses pembangunan, masyarakat sempat membuat jembatan darurat secara swadaya di atas Sungai Tambalako.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Dengan jembatan permanen ini, desa kami tidak lagi terisolasi dan akses utama kini terbuka lebar,” ungkapnya.
Peresmian jembatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR Morut Destuber Mato’ori, Camat Lembo Raya Ansar, Kapolsek Lembo-Lembo Raya, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah kepala desa.
#(yudha)
